19:14, reaksi ‘♥’ pertama ‘Minjae ♥ Seoyoon, kesalahan ke-47’ Aku membaca kembali potongan pertama yang kukirim di grup WhatsApp komunitas. Satu tangkapan layar, kalimat pendek, dan satu ketukan jari—itu saja. Grup itu meledak dalam tiga detik. > ‘Apa ini…?’ > > ‘Kan Minjae sudah punya istri!’ > > ‘Perempuan itu siapa?’ Getar notifikasi beruntun membuat pergelangan tanganku berdenyut. Aku mematikan layar sebentar lalu menyalakannya kembali. Saat itu muncul satu ‘♥’. Yang paling dulu bereaksi adalah istri Minjae, Jihyeon. --- ## 19:16, pesan suara dari Jihyeon Jihyeon mengirim pesan suara 10 detik. Awalnya hanya terdengar napas. Lalu suara menelan berkali-kali. Satu kalimat terakhir. > “…hanya aku yang tak tahu.” Malam itu, Jihyeon menelepon Minjae. Begitu tombol panggil ditekan, terdengar jeritan seperti tulang yang patah. Minjae tak sempat berbela diri. Jihyeon bahkan mengunduh rekaman CCTV di depan rumah. Video 14 detik Minjae dan Seoyoon berciuman di depan lift. Video itu diunggah ke forum daring 15 menit kemudian. Judulnya sederhana. > “Rekan kerja♥aksi perselingkuhan” --- ## 19:25, serangan balik pertama Seoyoon Seoyoon memanggilku ke chat pribadi. > Seoyoon: Kamu kan? Ini yang kamu kirim, ‘kan? Aku tak menjawab. Sebaliknya, aku menekan tombol tangkapan layar untuk menyimpan percakapan itu juga. > Seoyoon: Aku sudah minta maaf, kan? Hanya padamu kuminta maaf. Delapan tahun lalu, aku teringat hari pertama kami berteman. Di belakang bukit sekolah, Seoyoon tertawa di balik asap rokok. Sejak saat itu aku tahu semua kisah cintanya. Ciuman pertama, kesalahan pertama, kebohongan pertama. Dan kini, kesalahan terakhir. > Seoyoon: Aku tak menyesal pada istri Minjae. Hanya padaku yang kusesali. Layar bergetar. Sepertinya dia menjatuhkan ponsel. Empat detik hening, lalu pesan berikutnya. > Seoyoon: Kamu juga tahu, kan? Kenapa kamu mengirim ini. Aku menghentikan jari. Dia tahu. Muncul satu baris pesan. > Seoyoon: Kamu juga menyukai Minjae, kan. --- ## 19:31, kilas balik malam itu—Jiwoo Desember 2022, Jiwoo selingkuh enam bulan lamanya antara tunangan dan senior kantor. Aku merekam pengakuannya. Tunangannya membatalkan pernikahan hanya dengan satu file rekaman, Jiwoo diberhentikan. Dia bertanya mengapa aku melakukannya. Kujawab, “Ini yang benar,” tapi waktu itu pun sama. Tak seorang pun tahu bahwa tunangannya adalah mantanku. --- ## 19:35, kilas balik kedua—Hajin September 2023, Hajin diam-diam bertemu pria beristri tanpa sepengetahuan suaminya yang baru menikah tiga tahun. Suaminya mabuk setiap hari dan berkata, “Tak bisa melahirkan anak pun.” Aku melacak lokasinya dan mengirim 47 bukti ke email kantor suaminya. Nama file lampiran: ‘Hotel Hari Ulang Tahun Pernikahan’. Hajin dipaksa bercerai, pria beristri itu melarikan diri. Ketika dia datang dan bertanya, “Itu kamu, kan?” aku menoleh. Tak seorang pun tahu bahwa suaminya adalah teman sekolah menengahku. --- ## 19:42, kolom komentar yang membara Grup WhatsApp sudah dipenuhi lebih dari tiga ratus pesan. Seseorang memberi tahu rekan kerja Minjae, yang lain sampai menemukan orang tua Seoyoon. Topik terpopuler adalah ‘Pegawai kantor♥selingkuh’. Ada yang mengunggah foto Minjae saat menjadi relawan idol, ada pula yang membuat daftar mantan Seoyoon. Saat mereka hancur, aku menyadari satu hal. > Membongkar bukanlah mencabut daging, melainkan menyalakan api. --- ## 19:48, api yang menuju padaku Seoyoon meninggalkan pesan terakhir di grup. Satu tangkapan layar, foto kami delapan tahun lalu. Di bawahnya kalimat pendek. > “Kita pernah salah juga, kan. Ingat?” Dalam foto itu kami merokok di belakang sekolah. Hari itu aku, dia, dan Minjae bersama. Minjae adalah orang yang kudekati saat itu. Seoyoon tahu itu. Api kini dinyalakan tak hanya olehnya. Wajahku delapan tahun lalu muncul. Saat itu pun aku berkata hal yang sama. > “Cuma salah. Maaf.” --- ## 20:00, di atas puing-puing Grup WhatsApp menjadi hening. Minjae diberitahu cuti kerja, rumor beredar Seoyoon meninggalkan rumah. Jihyeon sedang mencari pengacara perceraian. Aku tak mengucap sepatah kata pun. Layar kumatikan lalu kunyalakan lagi. Dalam sela itu ‘terbaca 127’ bertambah. Aku membongkar kesalahan seseorang. Tapi api itu berbalik ke arahku. Saat mengunggah kesalahan ke-47, aku menjadi pelaku ke-47. Dan baru saja kusadari. > Ini bukan keadilan, tapi rasa iri. --- ## 23:52, setelah api biru padam Semua notifikasi berhenti. Aku terbaring di tempat tidur menatap langit-langit. Delapan tahun lalu, kami merokok di bukit belakang sekolah, wajah Minjae yang tertawa, Seoyoon yang lebih dulu menghidupkan korek api. Semua itu kini disinari ulang oleh satu tangkapan layar. Aku membongkar rahasia kotor seseorang. Tapi dalam rahasia itu ada diriku juga. Kamu pun tahu rahasia seseorang. Kesalahan seseorang, perselingkuhan seseorang, kebohongan seseorang. Dan alasanmu ingin membongkar sekarang, apakah benar keadilan? Atau justru hasrat yang tumbuh tanpa disadari? Saat membongkar, kamu ikut terjun ke dalam api.
← Kembali