Lab Relasi Psikologi Cinta & Hubungan

Saat Aku Menyentuh Kalungnya, Aku Telah Menghianati Istriku

Ketika istriku menemukan barang peninggalan mantan pacar dalam brankas, kami berhadapan dengan pengkhianatan yang lebih dalam daripada sekadar salah paham.

pengkhianatanobsesiakhir pernikahantabumantan pacar
Saat Aku Menyentuh Kalungnya, Aku Telah Menghianati Istriku

"Ada apa di dalam brankas itu?" tanya istriku, Jiyeon. Pintu brankas setengah terbuka dengan kunci masih tertancap. Sinar matahari musim semi memantul di kalung. Coretan di belakang liontin berbentuk hati masih terbaca jelas. 'S❤H' Soohyun dan aku. Malam itu di bar setelah kami pertama kali berbisikan nama di belakang gunung sekolah, ia menggantungkan kalung itu di leherku. Aku menyimpannya. Diam-diam dari istriku. --- ## Apa yang disembunyikan selalu terungkap Tapi kenapa sekarang, kenapa harus hari ini. Jiyeon mengangkat kalung itu. Sementara jarinya mengelus hati, aku menghitung angka dalam kepala. Tiga tahun sejak kubah kode brankas terakhir kali. Kupikir tak pernah kubuka lagi. "Kalung ini... bukannya sudah pernah kulihat?" Aku hanya terbatuk, bukan menjawab. Lima tahun lalu Soohyun pergi ke Kanada. Setelah ia pergi, aku tak bisa membuang kalung itu. Atau lebih tepatnya, aku tak membuangnya. Jauh di dalam brankas. Seperti kapsul waktu untuk diriku di masa depan. ## Alasan sebenarnya kita menyimpan rahasia Orang menyebutnya 'kenangan'. Tapi itu cuma dalih. Kita bukan tak rela melepas kenangan, melainkan tak sanggup melepaskan kekuatan kenangan itu. Kalung Soohyun bukan hanya perhiasan. - Aroma leher yang tercium saat ciuman pertama - Wajahnya yang menangis sambil tersenyum malam kami putus - "Kalau nanti ketemu orang lain, buang kalung ini ya" Semua tersimpan padat dalam setetes logam. Maka kusembunyikan. Diam-diam dari istriku. Diam-diami dari diriku yang akan datang. --- ## Kisah nyata 1: penemuan Yulia "Dulu aku juga begitu," ucap Yulia sambil memutar cangkir kopi. Ia bercerai tahun lalu. Suaminya diam-diam menyimpan sebagian halaman buku harian mantan pacar. "Bukan seluruhnya, hanya beberapa halaman. Tapi itulah yang paling menyakitkan." Halaman yang dibuang suaminya adalah Maret hingga Agustus 2017. Saat itu mereka sudah resmi pacaran. Yulia membaca hari kencan pertama, ciuman pertama, dan pertamakali kata 'aku mencintaimu' ditulis bersamaan dengan hari-harinya. "Jadi, waktu itu tumpang tindih dengan waktuku. Seolah-olah aku cuma bagian yang dibusakan." Ada cakrawala di mata Yulia. ## Kisah nyata 2: pilihan Hyunsoo Hyunsoo berbeda. Ketika istrinya menemukan cincin mantan pacar, ia diam saja. "Cincin itu memang ada. Di dasar laci. Tapi aku tak marah, aku bingung harus marah kenapa." Istri tak sanggup membuang cincin itu. Hyunsoo bertanya, kenapa? "Waktu itu aku benar-benar mencintainya. Sekarang tidak lagi." Hyunsoo menggenggam cincin itu, meletakkannya di tangan istrinya. Bersama mereka lempar ke sungai. Sambil melihat cincin terseret arus, istri menangis. Sejak itu mereka tak lagi menyimpan rahasia. --- ## Kemanisan terlarang Mengapa kita terus mengintip masa lalu? Dalam psikologi, ini 'kegelisahan yang berkelanjutan'. Bukannya menghapus kegelisahan, kita justru menjaga agar tetap pas. Getaran dari pertanyaan 'masih ada, ya?'. Tanpa getaran itu hubungan terlalu aman. Terlalu aman berarti detak jantung tak lagi berpacu. Saat aku menyentuh kalung Soohyun, kulihat kegelisahan itu di mata istriku. Bukan sekadar cemburu. Lebih dalam. 'Mungkin aku bukan keseluruhan hidupnya.' Perasaan itu membuat kami terhuyung. Karena cinta harus sempurna. Tapi yang sempurna terasa hambar. --- ## Apa yang kau sembunyikan Malam itu kubongkar brankas. Kalung Soohyun, beberapa lembar foto. Diam-diam saat Jiyeon tidur. Tapi membongkar itu bohong. Sebenarnya cuma pindah tempat: laci paling bawah lemari pakaianku. Tempat istri tak akan buka. Mengapa tak bisa kubuang. Atau, mengapa harus kubuang? Kita semua menyimpan sesuatu. Kadang dari orang yang kita cintai. Kadang dari diri sendiri. Apakah menyembunyikan itu pengkhianatan? Atau tanpa pengkhianatan itu cinta menjadi terlalu ringan? > Saat ini juga, apa yang sedang kau sembunyikan? Dan saat terbongkar, pilihanmu apa. Membuangnya. Atau menaruhnya lebih dalam... lebih dalam lagi.

← Kembali