Amplop hitam yang ditinggalkannya di rak sepatu Istri Jia menemukan amplop kecil di atas rak sepatu, tepat di bawah lampu redup. Hitam polos, bertali ritsleting. Bukan milik suaminya Seonghyeon, bukan pula pesanan makanan, tapi setiap malam ia selalu ada di sana. Ketika diangkat, sehelai rambut panjang menempel di dasar amplop. Aromanya familiar: lemongrass, wangi yang dipakai Yujin sebelah. Malam itu, begitu Seonghyeon masuk kamar mandi, Jia dengan hati-hati membuka amplop. Di dalam hanya ada secarik kertas dan lip gloss. Tulisan tangan berkata: "Hari ini mata kita bertemu lagi. Saat kau tersenyum, kakiku lemas. -U" U adalah inisial Yujin. Janda yang tinggal di apartemen 301, enam tahun lebih muda dari suaminya. Untuk pertama kalinya, tangan Jia gemetar. Ini sudah tiga tahun?
Anatomi nafsu — mengapa ia menciumnya di belakang rumah Apa yang Seonghyeon dapatkan dari Yujin? Jia segera membandingkan. | Jia | Yujin | |---|---| | Istri tujuh tahun | Janda dua tahun | | Tiga kali hamil, dua kali keguguran | Tubuh bebas | | Kontak 50% dengan keluarga suami | Nol kontak dengan keluarga suami | | Sentuhan lima detik di ranjang malam | Ciuman lima detik di koridor | Seonghyeon mendapatkan ibu dari Jia, dan kekasih dari Yujin. Ia butuh keduanya. Di rumah ia menjadikan istri mesin melahirkan, di sebelah menjadikan Yujin wanita yang memujanya. Lalu kenapa ini bisa bertahan tiga tahun?
Ciuman pertama dalam hujan ringan — memoar Yujin 15 April 2021, hari waspada polusi debu halus. Yujin bertabrakan dengan Seonghyeon di tempat sampah. Hujan musim semi gerimis tipis. “Tidak bawa payung?” tanya Seonghyeon. Yujin memegang payung lipat kecil di tas, tapi menggeleng. “Boleh pinjam bersama?” Itulah awalnya. Di titik buta CCTV depan, di bawah payung, ciuman pertama terjadi. Yujin merasakan Seonghyeon gemetar. Reaksi yang tak pernah didapat dari istri, kalimat “Aku menginginkanmu” baru ia dengar dari Yujin.
Surat terakhir di tahun ketiga Februari 2024. Yujin tak ingin menulis lagi. Setiap kali meninggalkan amplop, ketakutan menerpa. Ia ingin berkata cukup, tapi Seonghyeon menghindar. Malam itu, di koridor, Jia bertemu Yujin secara tak sengaja. “Tolong berhenti menemui suamiku.” Yujin terdiam. Jia memegang pergelangan tangannya. “Jelaskan apa yang kalian lakukan selama tiga tahun.” Yujin mengedip. Air mata atau hujan, entahlah.
Kenapa perselingkuhan ini bertahan tiga tahun? Psikolog Esther Perel berkata: daya tarik perselingkuhan adalah menemukan ‘diri baru’. Seonghyeon menemukan dirinya sebagai ‘pria yang masih diinginkan’ lewat Yujin. Jia sudah lama memandangnya hanya sebagai suami, anak sulung, calon ayah. Yujin memandang Seonghyeon sebagai dirinya yang ‘tidak ditinggalkan’. Setelah mantan suami pergi, baru kali ini ia merasa dicintai. Mereka saling mengisi kekosongan, maka tak bisa diputus. Dua meter di luar rumah, dua meter di dalam rumah. Jarak pendek itu menjaga rahasia tiga tahun.
Amplop terakhir di depan pintu 2 Maret 2024, Jia melihat amplop di depan pintu lagi. Tapi kini putih, bukan hitam. Di dalam ada surat dari Seonghyeon. > Aku akan pulang ke rumah. -Seonghyeon Jia ingin mengirim surat itu ke Yujin. Mungkin ia masih menatap pintu kami setiap malam. Jia membuka pintu, berjalan di koridor. Berhenti di depan pintu Yujin. “Sudah cukup melihat.”
Sejauh mana kisahmu mirip? Jia menutup pintu lalu memegang pergelangan tangannya sendiri. Hari ini ia masih gemetar. Apakah aku gemetar karena tetangga sebelah, atau karena kekosongan di dalam diriku?
← Kembali