Jam 10 malam, di warung tenda belakang Hongdae. Jisoo menyeruput alkohol hanya seteguk, lalu menyilangkan kakinya.
—Ah, saya memang berhati-hati soal minum. Banyak orang yang melihat, tahu.
Changmin tersenyum canggung sambil menuangkan soju. Ini botol ketiga.
Bola mata Jisoo tak bergetar, namun suaranya bergetar lembut—getaran yang menyapu paha Changmin.
Ungkapan wanita baik berputar di kepalanya. Dan firasat samar bahwa kebaikan itu palsu justru membuatnya terangsang.