Lab Relasi Psikologi Cinta & Hubungan

Ketika Pacarku Menghadapkan Aku pada Lelaki Asing, Mengapa Napasku Sampai Tersedak di Tenggorokan?

Saat ia memajang aku di hadapan matahaus orang asing, mengapa aku malah berteriak dalam diri: “Aku miliknya!”

rasa-milikihasrat-pamerefek-tarik-menarikpermainan-pasanganpolitik-nafsu
Ketika Pacarku Menghadapkan Aku pada Lelaki Asing, Mengapa Napasku Sampai Tersedak di Tenggorokan?

0. Pengantar, atau Aku 10 Menit Lalu

Jam sepuluh malam, gang belakang Itaewon. Jihun tersenyum pelan.

“Hyejin, tadi yang lihat fotomu bilang kamu persis tipenya.”

Di seberang, dua lelaki asing menatap seperti petir menyambar tubuhku. Betis yang terlihat dari balik celana pendek, blus yang memperlihatkan belahan dada, dan leher yang semalam Jihun beri warna biru-ungu. Saat itu napasku sampai tersedak di tenggorokan. Kenapa, ya.


1. Se-eun Menjadi Diri Sendiri di Warung Tenda

Dua puluh dua tahun, Se-eun merinding ketika kekasihnya, Jun-su, berkata, “Hari ini Min-seok kangen kamu, ikut saja.” Min-seok sahabat karib Jun-su, dan sampai tahun lalu ia masih menarik-menarik Se-eun.

Di warung tenda Min-seok mengangkat gelas sambil tersenyum. “Masih cantik sekali. Jun-su, lu beneran pamer yang bagus nih.”

Jun-su mencengkeram pinggang Se-eun sekuat tenaga. Ia tak bisa menahan panas yang menyebar di selangkangannya. Setiap tatapan Min-seok menebas tubuhnya seperti pisau, ia makin merasa ‘milik Jun-su’. Tato keji yang membara. Lihat aku lebih panas lagi.


2. Yoon-ah Membuktikan Masa Kini di Tengah Putus Asa Sang Mantan

Do-hyun tersenyum tipis. “Hari ini Jin-su hyung juga datang. Dulu kamu kan suka dia.”

Jin-su, mantan pacar Yoon-ah. Putus sudah setahun; ia takut jika Jin-su menghubungi—tapi Do-hyun ingin menyaksikan hasrat itu.

Setelah tiga gelas, Do-hyun tiba-tiba meraih tangan Yoon-ah. “Boleh kita cium di sini?”

Saat Jin-su meletakkan gelas, matanya bergetar. Yoon-ah menatap Do-hyun dan menciumnya. Di tengah adegan itu, ia merasa jadi ‘milik Do-hyun’ sejauh-jauhnya, dibuktikan dramatis di tengah keputusasaan Jin-su. Benar, aku tak ada tanpamu.


3. Buku Psikologi Menamakannya ‘Efek Tarik-Menarik’

Nilai sesuatu baru melambung ketika orang lain ‘menginginkannya’. Saat kekasir memamerkanku, aku langsung dihargai sebagai barang langka. Kita hidup sebagai materi satu sama lain. Ketika orang lain menginginkan dirimu, barulah aku memiliki sepenuhnya. Penjara berkilau, rantai indah.


Jadi, apakah kau mencengkeramku lebih erat karena takut aku lepas ke tangan lain? Atau kau tak mampu membayangkan aku tanpamu sehingga terus mengujiku?

← Kembali